Must-ride Attractions of Tokyo DisneySea!

Hai!

Sesuai janji, aku akan kasih tahu kamu permainan-permainan favorit aku di Tokyo DisneySea! Yay! Kalau kalian kenal aku di dunia nyata, kalian mungkin tahu kalau aku suka banget sama Disney. Bahkan dari SMP, aku sering banget nonton film Disney dan ngulang-ngulang lagu di film itu  hampir tiap hari sambil karaokean sendiri, hahaha. Karena itu, pertama kali (dan bahkan sampai ke-tiga kali) aku datang ke Tokyo DisneyWorld, aku selalu terharu dan mau nangis pas denger greetings dari speaker yang bilang “Welcome to Tokyo DisneyLand / DisneySea” di pintu masuk. Rasanya kayak ada yang bergetar gitu di dalam jiwa, haha.

1176377_10201914671899142_1787743953_n
Disney Fantasmic, show utama Tokyo DisneySea

Supaya aku bisa berbagi kebahagiaan dan excitement-ku terhadap Disney ke kalian, langsung aja ya aku mulai review-nya. Selamat baca!

Journey to the Center of the Earth

Ini permainan WAJIB yang mesti banget kata wajib-nya pakai huruf kapital karena saking serunya, haha. Untuk naik attraction ini, kamu juga MESTI pakai fast-pass, soalnya kalo enggak antrinya lama banget. Dulu pertama kali naik Journey to the Center of the Earth itu aku nggak tau tentang fast-pass sehingga harus antri sekitar 3-4 jam. Belajar dari pengalaman, kedua-kalinya naik ini aku pakai fast-pass dan kalau gak salah cuma nunggu sekitar 30 menit sampai 1 jam aja. Beda banget!

Journey to the Center of the Earth ini adalah atraksi utama Tokyo DisneySea. Kalau di DisneyLand ada Cinderella castle sebagai ikon theme park-nya, di DisneySea ada Sea Volcano yang jadi rumah untuk attraction ini. Cerita dari attraction ini adalah kamu ikutan ekspedisi ke dalam gunung untuk mencari makhluk-makhluk di dalam perut bumi. Setelah jalan-jalan di dalam perut gunung dan lihat flora fauna di dalam bumi, tiba-tiba gunung berapi di mana kamu berekspedisi meletus dan akhirnya kamu terpental keluar dari mulut gunung! Waktu keluar dari mulut gunung itu, kamu bisa lihat pemandangan seluruh DisneySea dari atas roller coaster. Seru banget deh pokoknya! Oh ya, kayaknya lebih keren naik ini di siang atau sore hari pas masih agak terang biar pemandangannya kelihatan, hehe.

Indiana Jones Adventures

Sebenernya ride yang ini agak mirip sama Journey to the Center of the Earth, bentuknya juga mirip karena kita naik suatu kendaraan gitu dan dibawa ke tempat yang gelap dengan berbagai makhuk dan benda-benda ala cerita fiksi. Bedanya, yang ini fully indoor dan less scary untuk yang takut ketinggian. Meski nggak ada turunan yang curam banget sepanjang ride, tapi attraction ini seru banget karena ceritanya bagus dan banyak surprise factors-nya (yang kamu harus coba sendiri karena bakal less surprising kalo diceritain). Kalo gak salah, ride yang ini juga lebih lama dibandingin yang Journey to the Center of the Earth, jadi all in all aku suka banget juga sama ride yang ini! Eh iya, berhubung waktu itu aku gak foto-foto (sesuai saranku untuk menikmati DisneySea / DisneyLand di post ini) jadi maaf ya kalo fotonya cuma foto dekorasi waktu mau masuk ke permainan Indiana Jones doang, haha.

398642_10200232008593611_199885196_n
Dekorasi sebelum masuk ke Indiana Jones Adventure

Mermaid Lagoon Theater

Yang satu ini bukan ride, tapi teater. Sebagai orang yang suka banget sama Disney dan lagu-lagunya, aku supersenang sih sama teater ini. Dari judulnya, kamu pasti udah bisa tebak kalau teater ini tentang The Little Mermaid, si Ariel. Yang bikin teater ini bagus, selain musiknya yang oke, adalah dekorasi dan efek-efek dari teaternya. Di teater ini, para penonton diminta untuk duduk di bawah sementara karakter-karakternya “terbang” dan berakrobat di atas penonton, jadi rasanya kayak kita ada di dasar laut dan lihat ikan-ikan berenang di atas kita!

993685_10201914450733613_1277866679_n
Mermaid lagoon, rumahnya Ariel! Tapi ini bukan teaternya, tempat teaternya beda meski masih di bangunan yang sama.

Sip itu dulu ya, di post selanjutnya aku akan bahas DisneyLand, stay tuned! Oh iya, sebagai bonus ini aku kasih foto narsis aku hahahahaha.

1239676_10201914655778739_425554523_n
Toy Story Mania! Ride di DisneySea juga tapi bukan favorit sih, yang favorit fotonya soalnya aku terlihat gembira hahaha (apasih)

Bye!

Advertisements

Review: Trappers Bakery Goulburn

Hai!

Seharusnya di post kali ini aku membahas review tentang Disneyland (dan Disneysea) Tokyo, tapi berhubung aku secara impulsif pengen banget nge-blog di tengah-tengah kemacetan Jakarta-Bekasi dan agaknya post inilah yang paling memungkinkan under these circumstances, maka mohon maklum ya!

Kali ini aku akan bikin review singkat tentang sebuah bakery alias toko roti di Goulburn, New South Wales. Goulburn itu sendiri adalah sebuah kota di antara Sydney dan Canberra yang terkenal dengan domba Merino-nya. Selain domba Merino, ada hal lain yang bahkan lebih terkenal, yaitu toko roti ini.

Namanya Trappers Bakery. Bakery ini posisinya tepat di seberang patung domba Merino terbesar di Goulburn yang juga merupakan ikon kota Goulburn dan tentunya tempat turis foto-foto. Tempatnya cukup besar untuk ukuran toko roti, dan sangat ramai. Kok bisa? Padahal nama kota Goulburn aja mungkin kamu baru kali ini denger kan? Nah, alasannya… karena toko roti ini sering dapet award dan bahkan dia menang kompetisi most successful bakery se-Australia! Luar biasa kan?!! Aku juga baru tahu pas udah sampai di sana, dan bener-bener nggak nyangka, hahaha.

Begitu masuk, aku dan tanteku langsung ikut antri untuk pesan makanan dan minuman. Dan aku terperangah sama dekorasi dalamnya, karena toko rotinya nggak kelihatan “indah” atau “cantik” kayak toko roti yang umumnya kita lihat di Indonesia. Dekorasi di sana justru lebih mirip sama barn, haha. But anyway, aku tetap pesan dong, masa gak jadi kan, dan akhirnya beli (dibeliin sih lebih tepatnya) roti spinach-and-cheese dan hot chocolate.

IMG_0597

Makanannya enak, kalau roti spinach-and-cheese aku sih sejujurnya aku gak bisa bilang super enak juga karena nggak se-amazing itu. Tapi yang enak banget adalah scones-nya yang kebetulan dipesan sama tanteku untuk dimakan rame-rame, dan krim dingin buat cocol scones-nya! Krimnya itu ringan, gak terlalu manis, bahkan sedikit hambar, tapi tapi tapi berasa banget gurihnya, dan cocok banget buat dimakan sama scones-nya. Ah, pokoknya enak banget deh jadi kamu mesti ke sana dan coba sendiri! Hahaha.

Oh iya, selain makanan, hal menarik lain dari toko roti ini adalah tulisan-tulisan yang dipajang di langit-langitnya. Kata-katanya lucu banget, kamu bisa liat sendiri nih contoh-contohnya:

IMG_0598IMG_0601

Lucu kan? Haha. Pokoknya tempat ini adalah salah satu tempat yang paling berkesan selama aku di Australia, dan kalau suatu hari kamu bisa mampir ke Canberra, tinggal naik mobil sekitar satu jam dan jangan lupa kunjungi Goulburn ya! Meski kota kecil, tapi justru terkadang pengalaman yang didapetin di tempat kayak gini jadi lebih menyenangkan loh, hoho.

Yowes udah dulu ah.

Bye!

5 Cara Puas Main di Disneyland

Hai!

Kamu pasti kenal sama Disneyland kan? Theme park yang katanya “the happiest place in the world” ini memang terkenal banget dan hampir selalu jadi destinasi unggulan negara-negara tempat taman bermain ini berada, yaitu Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Hongkong, dan psst… China (spoiler, Disneyland Shanghai baru akan buka Juni 2016 loh hehe).

Buat kamu yang punya rencana untuk main ke Disneyland, di mana pun itu, aku akan kasih beberapa tips (yaampun Tar perasaan tiga post isinya tips melulu, haha) tentang bagaimana caranya biar kamu nggak menyesal dan bisa main dengan puas selama di sana!

Bangun pagi, datang pagi!

Tentu kamu nggak mau kan, dateng kesiangan dan cuma berhasil naik sedikit permainan atau cuma nonton sedikit atraksi? Selain supaya bisa memaksimalkan hari kamu di Disneyland, datang pagi juga bergna supaya kamu nggak harus antri untuk beli tiket. Karena itu, datang sepagi mungkin ya!

Pakai fast-pass!

Waktu aku pertama kali ke Tokyo DisneySea, aku nggak tahu kalau kita bisa pakai fast-pass untuk beberapa permainan tertentu. Alhasil, aku harus mengantri lama banget untuk permainan-permainan utama kayak “Journey to the Center of the Earth” atau “Indiana Jones Adventure“. Padahal, kalau kamu dateng pagi (balik ke poin satu), kamu bisa antri untuk ambil fast-pass, yakni tiket khusus, dan gratis, yang jumlahnya terbatas dan bisa kamu ambil untuk naik beberapa permainan utama di jam tertentu. Jadi, kamu tinggal datang beberapa menit (atau sekitar setengah jam) sebelum kamu jadwal kamu naik permainan itu dan kamu bisa antri di antrian khusus pemegang fast-pass. Jangan sampai kelewatan loh, karena ini berguna banget dan kemungkinan kamu cuma bisa dapet fast-pass di satu permainan aja karena kalau kamu kejar lebih dari satu, besar kemungkinan ada salah satu yang kehabisan, hehe.

Jangan kebanyakan foto-foto

Kalau tujuan kamu main atau menikmati atraksi tertentu, mendingan jangan habisin waktu untk foto-foto deh. Alasannya karena waktu yang kamu butuhkan untuk antri satu permainan aja cukup lama: untuk permainan utama biasanya bisa antri sampai 3 jam (bahkan lebih!). Karena itu, lebih baik kamu pakai waktu yang kamu punya untk antri permainan atau cari spot yang bagus untuk nonton show-show.

Makan bekal atau jajan di stalls

Lagi-lagi, biar nggak ngehabisin waktu (dan uang), lebih baik kamu gak perlu makan di restoran di dalam Disneyland. Selain karena harganya cukup mahal, kamu juga punya banyak waktu untuk makan bekal ketika antri permainan. Oh iya, kamu juga bisa jajan di stalls loh, selain cepat, stalls di Disneyland menyediakan beragam makanan, mulai dari es krim, churros, sampai popcorn dengan rasa yang berbeda untuk tiap area.

Bikin itinerary khusus Disneyland

Ini dia tips yang paling jitu. Kalau kamu niat, kamu bisa banget bikin itinerary khusus selama di Disneyland. Hal ini mestinya mencakup: permainan yang mau dinaiki, show yang mau ditonton, dan makanan yang mau dibeli (haha). Supaya jelas, kamu bisa akses website masing-masing Disneyland untuk jadwal show dan peta permainan.

Rasanya di post kali ini aku sering banget pakai tanda seru ya, haha. Ini karena aku excited dan semangat banget ngomongin Disney, hehe. Di post selanjutnya aku akan review beberapa permainan di Tokyo Disneysea dan Disneyland yang aku suka ya!

See you! Bye!

Cara Berburu Sakura di Jepang

Hai!

Seperti yang kamu tahu, banyak banget orang yang penasaran untuk lihat bunga sakura dan datang ke Jepang di musim semi biar bisa lihat bunga legendaris ini. Nah, di post singkat kali ini, aku mau sharing cara-cara jitu (self-proclaimed, haha) biar bisa dapet momen yang pas untuk lihat bunga sakura di sana.

Timing sangat penting, karena sakura cuma fully bloomed selama dua minggu

Kamu tau nggak sih, periode full-bloom sakura itu cuma sekitar satu sampai dua minggu lho. Itu pun kalau nggak ada hujan dan angin yang bikin daun bunga-nya gugur. Karena itu, kalau kamu mau dapet pengalaman epic waktu lihat bunga sakura, sebaiknya kamu tentukan tanggal yang pas untuk berkunjung ke Jepang. Umumnya, sakura akan mulai mekar di akhir bulan Maret atau awal April untuk daerah-daerah di selatan Jepang (Kyoto, Osaka, Tokyo, Nara, Kobe, etc.). Kalau kamu mau informasi yang lebih jelas, bisa coba buka link ini untuk perkiraan jadwal sakura bloom di berbagai daerah di Jepang.

Mulai dari selatan, menuju ke utara

Hal lain yang bisa kamu consider terkait sakura hunting adalah, sakura umumnya akan mekar ketika suhu beralih dari dingin ke cenderung hangat. Perubahan suhu dari dingin ke hangat ini biasanya terjadi secara bertahap dari daerah selatan ke utara. Karena itu, sakura di daerah selatan akan mekar (dan gugur) lebih cepat dibandingkan sakura di daerah utara. Misalnya, sakura bisa mekar di Kyoto ketika akhir Maret, tapi baru mekar di Sendai (lebih utara) ketika pertengahan April. Nah, hal ini juga bisa kamu jadikan acuan kalau kamu mau berburu sakura. Contohnya, kamu bisa travelling sambil ngikutin perubahan suhu, jadi selama sebulan bisa jadi kamu lihat sakura terus-terusan meski di tempat yang beda, hehe.

Cari viewing spot yang tepat

Walaupun pohon sakura mudah ditemui selama kamu di Jepang, tentu ada tempat-tempat tertentu yang bisa kasih kamu pemandangan sakura yang lebih bagus dibanding tempat lainnya. Nih aku kasih beberapa contoh tempat keren buat sakura viewing yang pernah aku kunjungi:

DSC_0627
Aoba park, Tokyo

Aoba Park, Tokyo : Ini tempat yang paling aku suka, hehe. Selain karena entrance fee-nya gratis (mure, haha), pemandangannya juga bagus banget. Di sana ada danau kecilnya juga dan banyak burung gitu, bikin suasananya semakin adem ayem dan enak banget buat jalan-jalan.

DSC_1363
Osaka castle park, Osaka

Osaka castle park, Osaka : Aku ke sini karena sekalian main ke Osaka castle-nya. Kalau di sini, pohon sakuranya banyak banget, tapi sayangnya agak crowded karena banyak pengunjung yang gelar tikar sambil makan dan lihat sakura.

DSC_3053
Kiyomizu-dera, Kyoto

Kiyomizudera, Kyoto : Sakura yang ada di sini lokasinya di kawasan temple. Pohon sakura yang ada sih nggak terlalu banyak, tapi temple-nya punya event sakura illumination, yang intinya adalah penambahan lighting khusus supaya sakura-nya terlihat lebih indah di malam hari.

DSC_3408
Shiroishi river, Ogawara

Shiroishi river, Ogawara : Kawasan yang satu ini sih agak anti-mainstream kalau di kalangan turis, hehe (soalnya dulu aku ke sana waktu masih jadi anggota PPI Sendai). Tapi menurutku tempat ini salah satu yang paling bagus karena pohon sakuranya buanyak banget (barusan cek di google ternyata sampai 1000 pohon) dan lokasinya persis di samping sungai gitu, what a perfect combo!

Oke deh, kurang lebih itu aja sih tips-tips yang aku punya (plus sedikit review) untuk kalian yang mau sakura hunting di Jepang. Semoga sukses, dan selamat senang-senang!

Bye!

Tips Hemat Jalan-jalan di Jepang

DSC_2813

Hai!

Belakangan ini, kelihatannya semakin banyak orang Indonesia yang pergi berlibur ke Jepang, alias si Negeri Sakura. Selain karena harga tiket low-cost airlines yang semakin terjangkau (atau orang Indonesia yang semakin kaya), kayaknya Jepang juga sekarang udah nggak dianggap sebagai negara dengan ongkos travelling yang mahal. Bener nggak sih, Tar? (Wets kesannya udah kayak expert travelling aja, padahal nanya sendiri jawab sendiri haha). Kalau menurut aku pribadi sih sebenernya jalan-jalan ke Jepang nggak mahal-mahal banget kalau kita tahu cara-cara jitu supaya nggak boros selama di sana. Demi kalian (cieilah), aku udah mengumpulkan beberapa tips & trick supaya bisa hemat selama di Jepang loh. Selamat membaca!

Pilih penginapan yang murah meriah

Selain tiket pesawat, biasanya kita udah cari tahu tentang akomodasi dari jauh-jauh hari sebelum berangkat ke luar negeri. Nah, kalau di Jepang sendiri, jenis akomodasi yang bisa kamu pilih sangat beragam, mulai dari ruang karaoke 24 jam, capsule hotel, sampai hotel bintang-lima.  Kalau mau hemat, tentu kamu bisa nginap di ruang karaoke (sekitar 1500-2500 yen/malam), hostel (sekitar 4000-5000 yen/malam) atau capsule hotel (sekitar 4000-5000 yen/malam). Untuk hostel, biasanya bentuknya dorm jadi jangan lupa untuk ambil kamar female / male dorm ya buat yang muslim. Soalnya pasti nggak nyaman banget untuk kita kalau tidur di mixed dorm hehe. Kalau buat keluarga, bisa cek apakah hostelnya punya kamar dorm khusus yang bisa ditempati beberapa orang sekaligus dan bisa kita sewa seluruhnya.

Dulu sih, waktu aku jalan-jalan di Tokyo tahun 2013, aku nemu hostel murah banget (paling murah di booking.com maupun agoda.com), namanya JGH Hostel Tokyo. Waktu aku ke sana, harga per malam-nya cuma 2650 yen. Tapii, tempat tidurnya sempit banget dan kamarnya kecil dan pengap, haha. Fasilitasnya juga cuma shared bathroom dan pantry sederhana gitu. Gak terlalu recommended sih karena posisinya juga agak jauh dari tengah kota, tapi kalau kamu mau cari tempat murah mungkin bisa cek di internet terkait berapa harganya sekarang. FYI, hostel ini sekarang cuma terima cash jadi udah nggak bisa di-book dari agoda.com maupun booking.com (last checked: March 2nd, 2016).

Laper? Minimarket aja!

Di Jepang, minimarket-minimarket sudah sangat biasa menjual makanan berbasis nasi. Contoh paling mudahnya adalah onigiri alias nasi kepal. Buat kamu yang mau berhemat, nasi kepal ini bisa banget jadi penyelamat di kala perut kamu kosong melilit (lebay). Harganya murah, cuma sekitar 80 yen – 120 yen, dan cukup mengenyangkan. Saranku sih, makan 2-3 onigiri untuk mengganti satu kali makan. Penghematannya lumayan loh, karena 2 onigiri cuma sekitar 200 yen sementara makan di restoran minimal banget itu sekitar 500 yen. Kamu bisa hemat 300 yen (sekitar 30 ribu rupiah) sekali makan loh!

Alternatif lain yang lebih ekstrem adalah bawa makanan siap makan (rendang kering, abon, etc.) dari rumah dan beli nasi putih di minimarket. Gak perlu khawatir meski kamu nggak punya akses ke rice cooker untuk masak nasi karena minimarket di Jepang banyak juga yang jual nasi putih doang yang udah dimasak. Dulu aku sempat juga bawa abon dan beli nasi putih yang udah matang di 7-Elev*n untuk makan pas liburan di Tokyo, hahaha.

Manfaatin tourist-pass, daily pass, dan pass-pass lainnya

Ada banyak travel-pass yang ditawarin tourism bureau-nya Jepang untuk para turis. Kalau aku pribadi sih suka banget sama Osaka day-pass (sekarang namanya Osaka Amazing Pass) karena pass-nya itu gratis untuk bus dan kereta, dan termasuk free pass untuk tempat wisata juga (Tempozan ferris wheel, Santa Maria cruise, Umeda sky building, dan berbagai tempat wisata lainnya!), pokoknya worth the money banget deh. Kalau kamu mau cari tau lebih lanjut tentang pass-pass yang ada di Jepang, khususnya di Osaka, kamu bisa buka link ini ya. Selain Osaka pass, seingatku ada juga tiket daily pass untuk Kyoto dan Nara. Tapi, tiket-tiket itu hanya berlaku untuk transportasi dan nggak termasuk tempat wisata. Jadi, all in all, Osaka day-pass emang paling cocok sih buat berhemat!

Jangan beli apapun di vending machine

Meski vending machine itu convenient banget dan mudah ditemui, kita mesti aware loh kalau harga barang di vending machine umumnya lumayan mahal dibandingkan minimarket atau supermarket. Berhubung kamu nggak akan sulit nemu minimarket di Jepang, lebih baik usaha sedikit dan beli barang di minimarket terdekat.

Buat budget khusus untuk jajan

Nah, salah satu pengeluaran yang sering sulit dikontrol tapi bisa merogoh kantong lumayan dalam adalah jajan-jajan makanan yang nggak ngenyangin, tapi enak, dan susah buat ditolak. Apalagi, jajanan di Jepang itu banyak banget. Mulai dari takoyaki, es krim green tea, taiyaki, dorayaki, you name it, semuanya ada dan mudah banget ditemui (terutama di Kyoto dan Osaka!). Buat orang kayak aku yang seneng banget jajan, godaan kayak gini bisa jadi masalah, terutama untuk dompet. Karena itu, aku selalu berusaha untuk list makanan-makanan khas di daerah tertentu yang mesti banget aku coba, dan bikin pos anggaran khusus untuk itu. Kalau dibuat rencana yang jelas, insyaAllah pengeluaran jajan kamu bisa lebih terjaga dan kamu pun bisa lebih mudah menolak godaan jajanan di pinggir jalan, haha.

Yaudah, kira-kira itu sih tips dari aku untuk berlibur hemat di Jepang, hehe. Semoga bermanfaat dan kamu bisa save sebagian budget kamu untuk berlibur ke destinasi selanjutnya yaa.

Bye!

Spoiler: setelah ini, aku akan berbagi tips-tips “mengejar” sakura di Jepang, loh. Stay tunedsakura hunters!

Publikasi Pertama

Hai! Perkenalkan, aku Asriana Septari, dan kamu bisa panggil aku Tari. Selamat datang di blog travelling-ku; selamat menikmati, dan selamat berpetualang! Haha (sok iye).

Sebelum membaca lebih lanjut, izinkanlah aku untuk narsis paling enggak sekali di blog ini yah. Aku Tari. Sekarang berada di usia 20-an (enggan untuk menyebutkan umur karena takut memberikan informasi berlebihan kepada orang tidak dikenal haha). Punya hobi menulis dan travelling, bercita-cita keliling dunia, dan sekarang sedang merintis travel blog sendiri sehingga jadi sole-contributor untuk blog ini.

Nah, kalau kamu tanya aku what to expect dari blog ini, maka jawabannya adalah… tidak ada. Boong deng (garing). Nevermind. InsyaAllah isinya akan banyak menceritakan tempat-tempat yang pernah aku kunjungi, rekomendasi tempat makan (khususnya untuk kalian yang muslim, biar gak sulit dapat makanan halal di tempat-tempat di mana Islam merupakan kaum minoritas), dan mungkin aku juga akan berbagi tips & trick ataupun itinerary yang pernah aku buat.

Oh iya, satu hal to be noted tentang blog ini: I’m not backpacker who travels on a very tight budget. Sejujurnya, aku belum terlalu bisa jalan-jalan super hemat, prinsipku sih kalau emang kamu suka dan kamu nggak pengen melewatkan kesempatan untuk bisa experience hal tertentu, kenapa nggak dicoba? (meski harus keluarin extra cash). Tapi, aku nggak boros juga sih karena toh aku cuma warga Indonesia biasa yang enggak punya banyak banget uang buat jalan-jalan (apasih). Jadi, kindly bear with me kalau aku kadang kasih rekomendasi sesuatu yang sedikit mahal ya, dan tenang aja karena aku juga akan kasih tips-tips berhemat untuk travelling kamu.

Yaudah gitu aja. Semoga bermanfaat ya, dan selamat membaca!